Ingin Ginjal sehat Hindari Makanan Bersifat Oksigen

Mercusuardaily24-KUPANG – Sejumlah makanan tertentu dapat berpengaruh pada kesehatan ginjal seseorang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur Dr Stevanus Desoka menyatakan makanan yang bersifat oksigen dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ginjal seseorang.

“Ada beberapa jenis makanan yang bersifat oksigen yang justru bisa memperberat kondisi ginjal kita. Seperti makanan-makanan yang mengandung bahan pengawet atau juga yang mempunyai bahan kimia,” katanya, Rabu (8/3/2017).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan peringatan Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD), yang jatuh pada Rabu.

Menurut Stevanus, munculnya penyakit ginjal itu tidak seperti penyakit lain pada umumnya seperti Malaria, Flu, Batuk atau yang lainnya. Namun, munculnya penyakit ginjal itu bermula dari konsumsi makanan dari bahan-bahan pengawat yang dilakukan sejak dini.

“Oleh karena itu, anak-anak harus selalu dilarang untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang memang mampunyai banyak sekali bahan-bahan kimia atau pengawetnya,” tuturnya.

Di samping itu, konsumsi obat-obatan yang tidak teratur juga dapat mengakibatkan penyakit ginjal karena jika obat-obatan itu dikonsumsi tidak dengan anjuran dokter maka akan menggangu fungsi ginjal itu sendiri.

Ia menyarankan, salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit ginjal adalah lebih banyak mengkonsumsi air mineral. Namun bagi masyarakat di NTT ia menyarankan untuk lebih berhati-hati mengkonsumsi air mineral karena masih banyak mengandung kapur yang justru akan mengakibatkan sakit ginjal.

“Kalau bisa untuk di wilayah NTT khususnya di Kota Kupang, usai memasak air biarkan dulu semua kapurnya turun terlebih dahulu baru airnya diambil dan diminum, kalau tidak jika dibiarkan maka makin lama akan mengakibatkan sakit yang berujung pada gagal ginjal,” tambahnya.

Stevanus yang juga dokter bedah itu mengaku sering melakukan bedah ginjal, dan sering ditemui adanya penyumbatan batu ginjal akibat terlalu banyak mengkonsumsi air yang berkapur.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tentang penyakit katastropik, jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung dalam hal jumlah penderita, dengan pertumbuhan hampir 100% dari tahun 2014 – 2015.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dr. Theresia S. Rallo mengatakan, sejauh ini melalui berbagai seminar dan penyuluhan pihaknya selalu menyerukan agar masyarakat NTT tetap menjaga ginjalnya agar kelak tidak mengalami sakit yang berujung pada biaya pengobatan yang tidak murah.

“Sejauh ini dari hasil pantauan di setiap rumah sakit di Kupang, kami melihat bahwa secara umum kerusakan yang terjadi pada ginjal merupakan dampak dari penyakit lain antara lain penyakit kencing manis (diabetes), hipertensi, penyakit asam urat tinggi, penyakit autoimun seperti penyakit Lupus,” tuturnya.

Menurutnya, penyakit yang terjadi pada ginjal yang bisa berlanjut menjadi kronis adalah infeksi saluran kencing, batu ginjal atau polikistik ginjal serta sumbatan pada saluran ginjal.

Saat ini diabetes (DM) mendominasi penyebab gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah (hemodialisa). Penyakit hipertensi karena tekanan darah tidak terkontrol makin lama juga akan merusak ginjal, mulai dari kebocoran ginjal sampai gagal ginjal kronis sehingga penderita harus menjalani cuci darah.

“Saya kurang terlalu tahu data terkait berapa jumlah penderita penyakit ginjal di NTT, karena kami masih harus lakukan pendataan lagi,” ujarnya.

Sumber: Bisnis.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s