Strategi “Pukul Semak” Presiden Jokowi, Siapa yang Gerah?

Mercusuardaily24Ada yang menarik dengan strategi politik  Pak Jokowi dengan mengunjungi Prabowo. Mengapa bukan Pak Beye, atau keduanya? Selanjutnya, mengapa harus ke Hambalang, bukan seperti yang diungkapkan oleh Prabowo tentang kesediaanya untuk menemui Presiden di Istana?

Usai pertemuan itu, banyak pihak sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan menemui Prabowo Subianto. Pertemuan ini setidaknya diharapkan bisa meredakan ketegangan perihal isu demo besar Jumat 4 November.

Sebelumnya, banyak pihak khawatir bahwa tujuan demo sudah bergeser, dan ditengarai sudah tidak lagi murni untuk tujuan menjungkalkan Ahok semata. Namun, sangat mungkin ada pihak-pihak yang ingin menunggangi demo tersebut untuk tujuan lain, termasuk untuk menggulingkan Presiden Jokowi dengan ikut memanaskan suasana. Lalu, siapa pihak dimaksud?

Dengan mengunjungi Prabowo di Hambalang, bisa jadi Presiden tidak menganggap Prabowo sebagai pihak yang dimaksud. Kemudian, dilanjutkan dengan mengundang tokoh-tokoh agama di Istana, Presiden sepertinya memancing pihak yang merasa gerah untuk keluar dan memunculkan dirinya. Strategi demikian dikenal dengan istilah “Pukul Semak” guna memancing ular keluar.

Lalu menjadi menarik, jika kemudian tidak berselang lama,  Pak Beye seperti merasa gerah dengan langkah politik Presiden Joko Widodo itu. Entah urgensi apa, Pak Beye kemudian atas inisiatifnya datang menemui Menkopolhukam Wiranto. Tidak cukup hanya menemui Wiranto, Pak Beye melanjutkannya dengan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.Bahkan hari ini dianjutkan dengan konferensi pers di Cikeas.

Sepertinya, ada kegusaran Pak Beye bahwa tudingan bisa mengarah kepada dirinya, karena sebelumnya dalam berbagai kesempatan banyak pihak mengingatkan bahwa ada yang menunggangi demo dimaksud, dengan berharap  akan mendapat keuntungan langsung jika agenda demo tersebut kemudian berhasil.

Hal ini sangat bisa dipahami, karena saat ini Pak Beye sedang mempertaruhkan karir militer putra sulungnya untuk kursi Gubernur DKI. Dan, sangat mungkin juga sebagai persiapan  untuk bisa berhadapan dengan Pak Jokowi di Pilpres 2019 yang akan datang. Baik Agus Yudhoyono maupun Pak Beye sendiri, salah satu dari keduanya  yang akan bertarung untuk merebut kursi yang saat ini diduki oleh Pak Jokowi.

Ada semacam kegusaran Pak Beye bila langkah Pak Jokowi ini akan menimbulkan persepsi di publik bahwa dirinyalah salah satu pihak yang ada di belakang demo dimaksud. Hal ini semakin membuatnya gusar karena tidak ada tanda-tanda bahwa Presiden Jokowi akan menemui Pak Beye sebagaimana ia menemui Prabowo.

Ada semacam dugaan, bahwa langkah Pak Jokowi ini dilakukan dengan maksud untuk memutus komunikasi pihak-pihak yang hendak berdemo  ke Pak Beye yang memiliki kepentingan dengan hasil akhir demo ini, yakni terjungkalnya Ahok. Dengan demikian, bila pihak-pihak tersebut sudah undur, maka yang tersisa hanyalah Pak Beye dengan FPI dan HTI serta ormas-ormas yang berpaham radikal yang masih bersemangat untuk berdemo.

Dan Pak Beye tentu tidak mau jika publik sampai mencap Pak Beye merupakan salah satu sponsor utama demo ini, apalagi sampai dikaitkan berkolaborasi dengan kelompok Islam garis melaui demo 4 November. Tentu Pak Beye sangat menjaga citra. Pencitraan sangat sulit dibangun jika ia sudah pernah tercoreng, sehingga ia tidak mau dituding mengambil manfaat dari aksi kelompok Islam garis keras nanti.

Walaupun, bisa saja ia memang sangat berharap banyak dengan demo itu, demi tujuan politiknya. Seperti ia menekankan bahwa demo akan terus berlangsung sampai lebaran kuda jika kasus penistaan agama oleh Ahok tidak diproses. 

Dan untuk itulah, Pak beye sangat berkepentingan mendapatkan info yang valid dari orang-orang di sekitar Presiden, tentang apa yang ada di pikiran Pak Jokowi tentang dirinya, perihal demo 4 November nanti.

Dengan demikian, dengan waktu yang masih ada, ia bisa memutuskan apakah akan mendukung habis demo tersebut, atau cukup bermain di belakang layar, atau bahkan sama sekali tidak lagi melibatkan diri di dalamnya. Bagi Pak Beye, ia perlu menjaga citra, apalagi dengan semakin intensnya usahanya untuk kembali ke tampuk kekuasaan, entah itu melalui Agus Yudhoyono maupun ia sendiri yang akan maju. 

Kembali ke strategi politik Pak Jokowi

Mengapa harus Presiden yang ke Hambalang? Tentu nama Hambalang sangat populer di masyarakat kita, walaupun Hambalang yang dimaksud beda dengan Hambalang kediaman Pak Prabowo. Hambalang, biar bagaimanapun sangat identik dengan kasus korupsi. Oleh karena itu, bisa saja ada pesan yang hendak disampaikan ke publik, sehingga

Presidenlah yang datang ke Hambalang, kediamannya Prabowo. Hal ini setidaknya menyegarkan ingatan masyarakat tentang kasus mega korupsi Hambalang, yang mana sudah pasti akan mengarahkan ingatan publik ke partai demokrat dan juga Pak Beye tentunya.

Lalu, mengapa Pak Jokowi tidak menemui Pak Beye?

Tentu, hanya Pak Jokowi yang tahu kenapa ia tidak mengagendakan pertemuan dengan Pak Beye. Namun, bisa muncul dugaan bahwa Presiden Jokowi hendak membuat batas pemisah yang bisa terlihat oleh publik.

Dengan menemui Prabowo dan tokoh-tokoh utama umat Islam, sepertinya Presiden Jokowi hendak membuat garis antara mereka yang ditemuinya dengan Pak Beye. Dan dengan adanya garis ini akan semakin jelas apa sebenarnya tujuan terselubung dari pihak yang memang berharap menangguk keuntungan dari demo ini.

Tentu, Pak Beye sedang berupaya supaya jalannya Agus menuju kursi DKI 1 bisa mulus, sehingga ia melalui konferensi pers tersebut terlihat sedang menyemangati massa untuk tetap berdemo menuntut Ahok diproses.

Dan akhirnya, Pak Beye merasa gerah lalu keluar. Namun menjadi pertanyaan, mengapa sepertinya Pak Beye “gerah” dengan langkah Pak Jokowi menemui Prabowo dan tokoh-tokoh utama Umat Islam? 

Benarkah Pak Jokowi sedang melakukan strategi pukul semak?

Sumber: Kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s