Sejarah AMPG (Bagian 4) Akhir

B. Peran AMPG

Sebagai organisasi sayap dilingkungan Partai Golongan Karya, Angkatan Muda Partai Golongan Karya harus mengambil peran sebagai kekuatan yang mampu mengkonsolidasikan seluruh potensi pemuda didalam lingkungan partai yang ditunjukan dengan kemampuan mengintegrasikan seluruh pemikiran, aktivitas, gerak, dan pelaksanaan program kepemudaan Partai Golongan Karya. Dalam kaitan itu, AMPG dituntut untuk bersifat terbuka dan tetap berorientaikan pada karya kekaryaan. Pada konteks yang lain, AMPG harus berperan sebagai pelanjut perjuangan Partai Golongan Karya di masa depan.

AMPG berperan melakukan koordinasi, singkronisasi, integrasikan, dan mensinergikan aktivitas, gerak dan program kepemudaan Partai Golongan Karya. Dalam menjalankan program tersebut, AMPG melaksanakan sesuai dengan plat form, visi dan misi Partai Golongan Karya serta menjaga dan mengamalkan marwah kewibawaan Partai Golongan Karya. AMPG juga berperan dalam melakukan kegiatan dalam rangka pembinaan kader, penggalangan dan pengembangan massa Partai Golongan Karya serta sebagai wadah keberhimpunan organisasi-organisasi potensial strategis kepemudaan seperti organisasi kemasyarakatan pemuda karya kekaryaan, mahasiswa dan kelompok swadaya masyarakat.

C. TUGAS AMPG

Dalam hubungan kelembagaan, AMPG yang merupakan organisasi sayap Partai Golongan Karya memposisikan diri sebagai bagian (embodied) dari Partai Golongan Karya. Ini berarti seluruh programprogram kepemudaan partai yang selama ini dilaksanakan oleh Bidang Pemuda Partai Golongan Karya sesuai tingkatannya, akan menjadi garapan operasional kegiatan Angkatan Muda Partai Golongan Karya disemua tingkatannya. Baik ditingkat pusat maupun daerah. Selain program kepemudaan tersebut, AMPG juga bertugas menjadi pelaksana program-program yang terkait dengan fungsi elektoral partai, dimana program-program tersebut akan didistribusikan kepada OKP Kekaryaan yang tergabung dalam wadah AMPG untuk dilaksanakan.

Mecermati itu, AMPG memiliki tugas pokok, yaitu :

  1. Melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan Partai Golongan Karya.
  2. Melakukan kegiatan dalam rangka rekuitmen, pengkaderan, pengembangan dan penggalangan massa Partai Golongan Karya sesuai bidang dan kelompok styrategisnya.
  3. Merespon kebutuhan (Need) dan kepentingan (interest) pemuda, mahasiswa dan pelajar melalui bentuk-bentuk program pengembangan minat dan bakat.
  4. Mempersiapkan kader-kader pemuda Partai Golongan Karya dalam rangka estafet kepemimpinan Partai Golongan Karya.

Dalam melaksanakan tugas pokok ini AMPG akan melakukan kegiatan-kegiatan dengan semangat perjuangan sebagai sayap Pemuda Partai Golongan Karya dengan berkoordinasi secara vertikal dan horizontal bagi kelancaran serta keselarasan pelaksanaan dan pencapaian tujuan program Partai Golongan Karya di bidang kepemudaan sebagai sebuah upaya dalam membela kemajuan dan panji-panji partai.

Untuk itulah AMPG harus melakukan orientasi program yang bertujuan untuk penajaman bentuk program secara kualitatif dan kuantitatif. Pada jangka menengah, Program AMPG diarahkan pada muatan program yang memiliki spektrum daya pengaruh yang secara langsung diarahkan pada upaya pemenangan Partai Golongan Karya pada setiap PEMILU. Dalam jangka panjang, Program AMPG diarahkan pada intinya agar Partai Golongan Karya memposisikan keberadaannya sebagai sejatinya sebuah partai politik. Oleh karena itu, sepanjang AMPG ada maka sepanjang itu Partai Golongan Karya berada, atau sepanjang Partai Golongan Karya berada,sepanjang itu pula AMPG memperlihatkan keberadaannya.

Oleh sebab itu, bentuk program tersebut harus memiliki muatan konsolidasi, kaderisasi, partisipasi dan komunikasi. Guna pencapaian tersebut, maka bentuk program Angkatan Muda Partai Golongan Karya harus berorientasi kepada :

  1. Pemantapan konsolidasi visi, misi, dan strategi Angkatan Muda Partai Golongan Karya dalam garis pemikiran yang bersifat reformatif sebagai jawaban terhadap keinginan dan tuntutan Partai Golongan Karya guna meraih dan memantapkan kepercayaan rakyat terhadap Partai Golongan Karya.
  2. Pemantapan hubungan dan membangun sinergitas dengan berbagai organisasi kepemudaan yang memiliki latar belakang kesejarahan yang sama (OKP Kekaryaan) secara internal dalam merespon berbagai tuntutan reformasi dalam segal bidang. Pemantapan tersebut, haruslah bersumber pada asas konsolidasi, kaderisasi, kemasyarakatan, kelompok kepentingan, dan basis-basis konstituen kepemudaan. Pemantapan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut :
  1. Hubungan Angkatan Muda Partai Golongan Karya dengan organisasi kepemudaan kekaryaan atau organisasi yang memiliki keterikatan historis yang sama terhadap Partai Golongan Karya dibangun pola keberhimpunan dalam hubungan yang bersifat aliansi strategis dan struktural koordinatif aspiratif terhadap pelaksanaan program-program elektoral, penciptaan kostituen baru;
  2. Hubungan Angkatan Muda Partai Golongan Karya dengan LSM-LSM dan organisasi-organisasi kepemudaan lainnya yang tidak memiliki keterikatan historis dibangun dalam prospektif program yang bersifat fungsional koordinatif;
  3. Hubungan Angkatan Muda Partai Golongan Karya dengan dengan LSM-LSM dan organisasi-organisasi profesi dibangun dalam kerangka mengembangkan program-program yang berorientasi pada basis massa.
  1. Pemantapan sebuah kelembagaan yang mengatur sistem kaderisasi yang permanen sebagai upaya memantapkan organisasi Angkatan Muda Partai Golongan Karya sebagai Organisasi Kader.
  2. Pemantapan kepercayaan masyarakat melalui pendekatan kepedulian terhadap masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh masyarakat pada umumnya dan pemuda pada khususnya.

Disamping AMPG harus melakukan orientasi program dalam bentuk penajaman program, dalam perspektif untuk memantapkan kinerja organisasi khususnya yang berkaitan dengan implementasi program, agar dapat berjalan sesuai dengan kebijakan organisasi. Oleh karena itu beberapa pendekatan pelaksanaan program ditempuh upaya-upaya berikut :

  1. Pendekatan pelaksanaan program bersifat crass programme dalam artian ada penugasan partai kepada organisasi Angkatan Muda Partai Golongan Karya sebagai konsekuensi logis posisi dan pola hubungan yang bersifat instruktif.
  2. Pendekatan pelaksanaan program yang bersifat otonom dalam artian program yang dlaksankan oleh Angkatan Muda Partai Golongan Karya mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Pendekatan pelaksanaan program yang bersifat kemitraan dalam artian Angkatan Muda Partai Golongan Karya dapat melakukan kerjasama program dengan berbagai organisasi kemasyarakatan baik partai politik maupun lembaga swadaya masyarakat lainnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s